1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>

Petuah Bijak

Sombong

Sunday, 05 September 2010 15:03

Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, apa yang sedang Anda lakukan ?.
Sang Guru menjawab, tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka. Mereka pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya.

 

Read Article

Pertapa dan Kepiting

Sunday, 05 September 2010 15:03

Berikut ini ada sedikit kutipan yang bijaksana dalam memberikan bantuan. mari kita baca bersama-sama.

Suatu ketika di sore hari yang terasa teduh, tampak seorang pertapa muda sedang bermeditasi di bawah pohon, tidak jauh dari tepi sungai.
Saat sedang berkonsentrasi memusatkan pikiran, tiba-tiba perhatian pertapa itu terpecah kala mendengarkan gemericik air yang terdengar tidak beraturan.

Perlahan-lahan, ia kemudian membuka matanya. Pertapa itu segera melihat ke arah tepi sungai di mana sumber suara tadi berasal. Ternyata, di sana tampak seekor kepiting yang sedang berusaha keras mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meraih tepian sungai sehingga tidak hanyut oleh arus sungai yang deras.

Melihat hal itu, sang pertapa merasa kasihan. Karena itu, ia segera mengulurkan tangannya ke arah kepiting untuk membantunya. Melihat tangan terjulur, dengan sigap kepiting menjepit jari si pertapa muda. Meskipun jarinya terluka karena jepitan capit kepiting, tetapi hati pertapa itu puas karena bisa menyelamatkan si kepiting.

Read Article

Cerita Kepompong

Sunday, 05 September 2010 15:03

Ada sebuah kisah yang patut menjadi renungan kita bersama
bagaimana kita mensikapi hidup dan perjuangannya.

Pada suatu ketika seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu.
Suatu hari lubang kecil muncul.
Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu
ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.
Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan.
Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.

Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya.
Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu.
Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya.
Gembira hati orang tersebut karena telah melepaskan kesulitan yang diderita oleh kupu-kupu itu.
Namun,kupu-kupu tadi mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayapnya mengkerut.
Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat,
sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya,
yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.

Read Article

Be Thankful For What You Have

Sunday, 05 September 2010 15:03

A blind boy sat on the steps of a building with a hat by his feet.
He held up a sign which said:
"I am blind, please help."
There were only a few coins in the hat.
A man was walking by.
He took a few coins from his pocket and dropped them into the hat.
He then took the sign, turned it around, and wrote some words.
He put the sign back so that everyone who walked by would see the new words.

 

Read Article

WAKTU dan ARTI

Sunday, 05 September 2010 15:03

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami
sedemikian, hingga kami beroleh hati
yang bijaksana.


Waktu!!
Entah kata ini memberikan kesan apa dalam benak Anda.
Berbagai reaksi akan bermunculan jika kata tersebut ditanyakan pada sekumpulan orang dengan berbagai latar belakang, dengan berbagai masalah atau cara pandang yang berbeda.

Read Article

More Articles...